Type something and hit enter

ads here
author photo
By On
advertise here
Tata Cara Salat Gerhana Bulan
Ilustrasi Gerhana Bulan.
BACALINE.COM, JAKARTA - Apa itu shalat gerhana?

Ketika terjadi gerhana bulan atau matahari, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan shalat gerhana.

Fenomena gerhana baik matahari maupun bulan adalah bukti kekuasaan Allah.

Gerhana Bulan Sebagian bisa disaksikan oleh seluruh warga Indonesia pada Senin (7/8/2017) malam hingga Selasa (8/8/2017) dini hari.

Bagi kamu yang tinggal di pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, gerhana bisa disaksikan mulai pukul 00.23 hingga 02.18 WIB.

Sedangkan di Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara, gerhana akan dimulai pukul 01.23 hingga 03.18 WITA.

Sementara di Papua dan Maluku, gerhana terjadi mulai pukul 02.23 hingga 04.18 WIT.

Dengan mengamati peristiwa gerhana dapat meningkatkan keimanan termasuk menjalankan shalat sunnahnya.

Manfaat dari shalat gergana adalah mengingat kebesaran Allah , bukan karena sebab kematian seseorang atau lahirnya seseorang tetapi karena sudah ketetapan Allah (hukum alam).

“Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat dan berdoalah hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 1040)

Seorang mahasiswa Tehnik Sipil FT UNS 2010 memaparkan hikmah shalat gerhana dikutip dari nurulhuda.uns.ac.id.

Gerhana memiliki gaya gravitasi yang besar antara bumi, bulan dan matahari.

Resikonya, memungkinkan terjadinya gempa bumi, karena gaya tarik menarik yang mengakibatkan pergeseran tanah.

Kemungkinan selanjutnya adalah terjadinya gunung berapi meletus.
Karena gaya tarik menarik dapat memicu aktifitas magma yang berada di perut bumi.

Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk shalat gerhana.
Karena dalam shalat kita akan berdoa, berdzikir, bertahmid, rukuk, sujud, dan bersyukur.

Hanya kepada Allah SWT kita meminta pertolongan, sebab Dia-lah, yang memiliki kuasa atas alam semesta ini.

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan


Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ghazalie Masroeri mengatakan, fenomena gerhana baik matahari maupun bulan adalah fenomena alam sebagai bukti kekuasaan Allah.
Maka dari itu mengamati peristiwa gerhana dapat meningkatkan keimanan termasuk dengan menjalankan shalat sunnahnya.

“Lembaga Falakiyah NU mengajak kepada umat untuk melakukan pengamatan peristiwa GBS. Kemudian menyikapinya dengan dzikir, ibadah, dan amal saleh,” kata H Ghazalie Masroeri.

Tata cara shalat gerhana bulan sama dengan tata cara shalat gerhana matahari.

Niat Shalat Gerhana Bulan:
" Ushallii Sunnatal Khusuufil-Qomari Rak’ataini Lillahi Ta’alaa "

Artinya : (Saya niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah ta’ala)

Ilustrasi tata cara salat gerhana.

Berikut ini tata cara Shalat Gerhana Bulan:

1. Pertama Takbir Ihram.

2. Membaca doa iftitah, berta’awudz, membaca surat Al-fatihah, membaca surat yang panjang seperti Al-imran, Al-baqarah dan lainnya dengan zahr atau bersuara.

Seperti pada HR Bukhari dan Muslim berikut: “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana." (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901).

3. Takbir terus Ruku’dan disunahkan untuk memanjangkannya.

4. Kemudian bangkit dari ruku dengan mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMIDAH.

5. Lalu i’tidal membaca surat Al-fatihah, membaca surat pendek atau surat panjang lainnya.

6. Sujud, disunahkan pada saat sujud untuk berdoa akan hajat yang akan disampaikan kepada Allah SWT.

7. Duduk diantara dua sujud

8. Setelah Takbir dan itu sujud lagi.

9. Melakukan takbir dan bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua seperti bagaimana saat gerakan dan baacaan raka’at yang pertama hanya saja dalam bacaan dan juga gerakan-gerakannya jauh lebih singkat dari pada rakaat yang sebelumnya.

10. Dan yang terakhir setelah sujud yang terakhir melakukan Tasyahud akhir.

11. Terakhir Salam.

(TribunStyle.com/Ibrahim Muhammad Ramadhan)