Type something and hit enter

ads here
author photo
By On
advertise here
Lelaki Seribu Janda
Salah satu kegiatan Roel Mustafa saat tengah membantu para janda tua dan miskin.(Foto: Dok. Roel Mustafa)

BACALINE.COM, Jakarta - Tulisan Fissilmi Hamida di akun Facebook marak diperbincangkan belakangan ini. Dalam tulisannnya, Fissilmi menceritakan seseorang bernama Roel Mustafa yang dijulukinya sebagai "Lelaki 1.000 Janda".

Roel Mustafa (39), lelaki asal Depok, Jawa Barat, gemar mengunjungi para janda. Tak jarang pula dia bercanda-canda dengan janda itu. Bukan cuma satu-dua janda yang telah ditemuinya, melainkan sudah ratusan. Bahkan kini dia punya julukan baru, yakni 'Lelaki 1.000 Janda'.

Fissilmi menyebut Roel sebagai seseorang lelaki yang memang suka mencari janda. Para janda yang dicarinya adalah janda tua dan miskin.

Roel bersama janda. (Dok. Roel Mustafa)

"Eits, jangan buruk sangka. Benar ia menyukai para janda, benar ia suka mengejar mereka, namun dengan cara yang sangat mulia, berbeda dengan beberapa oknum yang mengaku ingin menolong janda, namun dengan cara yang malah membuat istri pertama justru jadi janda," tulis Fissilmi.

Roel bersama janda. (Dok. Roel Mustafa)

Kriteria janda yang dibantu Mustafa adalah berusia di atas 65 tahun dan tersebar di beberapa wilayah. Mulai dari Depok, Lampung, Nganjuk, Surabaya, Semarang, Jakarta, Bogor, dan Bekasi.

Roel bersama janda. (Dok. Roel Mustafa)

Lewat aksinya ini, Mustafa berharap bisa memberikan kebahagian bagi para janda tua. Sementara itu, sang istri tercinta tidak merasa cemburu dengan aksi suaminya. Malah semakin membuat keluarganya bangga.

Bukan sembarangan janda yang ditemui Roel. Janda yang sudah berusia renta dan tidak mampu menjadi sasaran Roel untuk dikunjungi. Kisah Roel itu kemudian jadi viral dan banyak disebar di media sosial.

"Janda yang saya santuni itu 50 tahun ke atas. Sekarang sudah ada 300-an lebih yang saya bantu. Angka itu bisa menambah. Jadi angka 1.000 semacam penyemangat untuk mengejar target," kata Roel.

Bantuannya tidak lagi sekedar membagikan sembako tetapi merenovasi rumah, biaya pengobatan, ataupun modal usaha.

"Sekolah Relawan galang donasi. Ada yang datang 'Bang boleh enggak saya bantu'. Jadi mulai banyak yang nitip zakat dan sedekah ke Sekolah Relawan. Ada juga yang datang makan steak, harganya Rp 100 ribu, tapi bayarnya Rp 300 ribu. Lebihnya buat disumbangin," tutupRoel.