Type something and hit enter

ads here
author photo
By On
advertise here
Tips Menikah dengan Tabungan Pribadi
Menikah dengan tabungan pribadi

BACALINE, JAKARTA - Dalam tulisan yang diikut sertakan dalam Lomba Menulis Here Comes the Bridezilla ini, Wenny membagikan sejumlah tips mempersiapkan pernikahan tanpa "drama". Dari pengalamannya, banyak hal yang bisa kita pelajari. Yuk, ikuti kisahnya di bawah ini.

PERNIKAHAN. Kata dengan makna yang luar biasa. Penyatuan dua jiwa yang berbeda menjadi satu dalam ikatan yang suci. Proses pendewasaan diri di mana aku dan kamu menjadi kita. Apapun makna pernikahan bagi orang yang telah menjalaninya dan yang akan menjalani, seharusnya semuanya bermuara pada satu kata. KEBAHAGIAAN.

Pernikahan saya dapat dikatakan amat sangat sederhana karena budget yang minim. Saya dan suami saat itu benar-benar murni mengeluarkan dana dari tabungan kami berdua. Karena pertama, orang tua saya memang kurang mampu, dan kedua orang tua suami cukup ada tapi mustahil dimintai dana. Sementara suami baru mulai menyicil rumah dan penghasilan saya naik turun tergantung penjualan.


Dari awal kami sepakati dahulu budget pernikahan yang mampu kami keluarkan. Setelah itu saya alokasikan ke masing-masing vendor, mulai dari gedung, catering, MC, entertainment, gaun pengantin, jas groom, undangan, dll. Untungnya saya saat itu sudah 6 tahun ikut Wedding Organizer sehingga tidak kesulitan dalam mengatur budgeting dan memilah vendor.

Saya mengatur semua budgeting ke pos-pos vendor dan membuat list vendor, lalu saat weekend kami membuat jadwal vendor mana yang ada pameran dan bisa dikunjungi. Kami membagi tugas. Pemberkatan gereja calon suami saya yang urus, sementara saya bagian resepsi. Kenapa begitu? Karena calon saya mantan ketua lingkungan dan lebih akrab dengan sekretariat gereja.

Perbedaan pendapan dan cekcok pasti ada

Dari awal semua dapat dikatakan berjalan lancar, karena kami memutuskan kedua keluarga tidak boleh saling menuntut macam-macam. Tapi ketika sudah beberapa minggu mendekati hari H barulah ada yang komentar dan ribet sendiri, "Make up bagaimana? Nanti istirahat kita di mana? harusnya gaunnya yang ini, dll." Percayalah kesabaran kita akan sangat diuji dua minggu sebelum hari H! So, untuk brides-to-be kudu siapin kesabaran ekstra saat detik-detik terakhir ya! Trust me it will be harder than you think! Karena kalau sudah capek biasanya susah mengontrol emosi.

Mempersiapkan pernikahan tanpa drama

Secara garis besar saya berikan beberapa tips dalam persiapan pernikahan, sebagai berikut:

1. Buat budgeting di awal dan dari mana sumber dananya.

2. Sepakati apakah akan membawa keluarga dalam pemilihan vendor atau hanya calon pengantin berdua saja.

3. Atur budget sesuai posnya masing-masing, dan konsisten! Kalau yang diinginkan jauh dari budget, cari alternatif lain. Karena sekali kita memberi kelonggaran budget di satu pos, maka akan mengganggu pengeluaran di pos-pos lainnya.

4. Perbanyak sabar dan kurangi gengsi.

5. Happily ever after.

Saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing 

Semoga sharing saya dapat menjadi inspirasi brides to be yang lain.